MBC INDONESIA
Bojonegoro, Jawa Timur – Jumat (13/3/2026) – Ruas jalan beton baru hasil proyek Bantuan Keuangan Kabupaten Daerah (BKKD) Tahun Anggaran 2025-2026 di Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, diduga mengalami masalah struktural akibat kesalahan teknis dalam proses konstruksi. Pantauan lapangan dan pemberitaan media lokal menunjukkan permukaan jalan terdapat retakan signifikan.
Kasatgas Pro Garda Indonesia Bersatu (PROGIB) DPW Jawa Timur, Agus.MO, menyoroti kondisi jalan yang baru beroperasional beberapa minggu namun tidak sesuai dengan standar. Retakan melintang dan memanjang terlihat jelas pada permukaan beton, dengan beberapa titik menunjukkan celah lebar yang berpotensi memperburuk kondisi jika tidak segera ditangani. (Photo)
Berdasarkan analisis visual dan prinsip konstruksi jalan beton yang baik, terdapat beberapa dugaan faktor kesalahan teknis sebagai penyebab utama:
– Proses Curing Tidak Optimal: Kemungkinan beton tidak mendapatkan perawatan tepat pasca-pengecoran, seperti penyiraman yang tidak merata atau penggunaan bahan curing yang tidak sesuai, sehingga menyebabkan pengeringan cepat dan mudah retak.
– Rasio Campuran Beton Tidak Tepat: Dugaan penggunaan rasio air-semen yang terlalu tinggi atau kualitas agregat di bawah standar, yang mengurangi kekuatan struktural beton.
– Kurangnya Perhatian pada Joint dan Drainase: Penempatan joint yang tidak tepat atau bahkan tidak ada sama sekali menyebabkan stres tidak terdistribusi dengan baik. Selain itu, sistem drainase yang tidak optimal membuat air menggenang dan merusak tanah dasar jalan.
– Pemadatan Tanah Dasar Tidak Merata: Proses pemadatan subgrade sebelum pengecoran kemungkinan tidak dilakukan secara menyeluruh, sehingga terjadi penyusutan tanah yang memicu retakan.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui akar permasalahan, mengambil langkah perbaikan yang tepat, serta melakukan evaluasi terhadap proses konstruksi agar kejadian serupa tidak terulang di proyek infrastruktur lain.
(Ags)






