MBC INDONESIA
Lumajang, Jawa Timur – Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M menjadi kesempatan berharga bagi Pengelola Redaksi (Pimred) MBC Indonesia, Agus.MO (Mas Bagus), untuk berkumpul bersama keluarga besar dan melakukan tradisi ziarah ke makam leluhur di kompleks pemakaman bersejarah Lamajang Tigang Juru. Kegiatan yang juga diisi dengan napak tilas jejak leluhur tersebut dilakukan pada hari ke-3 Lebaran, Sabtu (22/3/2026).
Setelah menjalani silaturahmi dan acara makan bersama keluarga besar di kediaman keluarga di Kabupaten Lumajang, Agus.MO bersama keluarga langsung berangkat ke kompleks makam leluhur yang terletak di tengah kota dengan suasana yang masih alami dan sakral.
Rombongan yang tergabung terdiri dari lebih dari 10 anggota keluarga besar, mulai dari generasi lansia hingga anak-anak.
“Perjalanan lebaran tahun ini bukan hanya tentang berkumpul dan merayakan kemenangan setelah Ramadan, tapi juga untuk mengenang dan menghormati jasa leluhur kita. Makam-makam leluhur di sini bukan hanya tempat peristirahatan terakhir, tapi juga saksi bisu sejarah perjuangan dan pembangunan wilayah ini,” ujar Agus.MO saat memberikan arahan sebelum keluarga memulai ziarah secara terpisah.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan keluarga diarahkan mengunjungi sejumlah makam leluhur penting, di antaranya Makam Pangeran Paku Negoro beserta 4 bersaudaranya—tokoh-tokoh yang dikenal memiliki peran krusial dalam pembentukan tatanan sosial dan pemerintahan lokal pada masa lalu. Setiap mengunjungi makam, para koordinator keluarga besar melakukan doa bersama, menyiram bunga segar, dan mendengarkan penjelasan sejarah dari salah satu anggota keluarga yang menjadi pemelihara makam.
Acara kemudian dilanjutkan dengan napak tilas mengikuti jalur yang dipercaya pernah ditempuh oleh leluhur pada masa lalu, melintasi area sekitar kompleks makam yang kini telah dilengkapi dengan fasilitas sederhana untuk kenyamanan pengunjung. Bagian dari rombongan anak-anak juga diberikan pemahaman tentang nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung dalam setiap situs bersejarah di kawasan tersebut.
“Kita berharap tradisi seperti ini bisa terus dilestarikan oleh generasi muda. Dengan mengenal sejarah dan jejak leluhur, mereka akan memiliki rasa cinta tanah air dan tanggung jawab yang lebih besar terhadap kelangsungan budaya kita,” tambah Agus.MO saat menutup kegiatan silaturahmi.
Kegiatan berakhir dengan doa bersama untuk kebaikan keluarga besar, daerah Lumajang, dan bangsa Indonesia secara keseluruhan, serta setiap rombongan keluarga dipersilahkan berfoto di kompleks Makam Pangeran Paku Negoro sebagai kenang-kenangan.
(Ags)






