MBC INDONESIA
Surabaya, Jawa Timur – Sebagai bentuk dukungan terhadap langkah efisiensi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Kertosari Kabupaten Pasuruan beroperasi kembali dengan menyajikan variasi menu yang tidak hanya efektif namun tetap menjaga kualitas gizi bagi penerima manfaat.
Hal tersebut disampaikan langsung Ketua PRO GARDA INDONESIA BERSATU – PROGIB DPW Jawa Timur sekaligus Ketua Yayasan Generasi Putra Bangsa Nasional (GPBN), Soemardi Priono, kepada tim wartawan MBC Indonesia pada hari ini (2/4/2026).
“SPPG Kertosari sudah mulai melayani selama tiga hari terakhir. Hari pertama kita sajikan lele sebagai sumber protein hewani, hari kedua menggunakan telur, dan hari ini kami berikan ayam goreng,” ungkapnya.
Menu dari Masukan Sekolah, Food Waste Hanya Tulang
Variasi menu yang disajikan telah disesuaikan dengan aspek pemenuhan gizi dan merupakan hasil masukan dari berbagai sekolah di wilayah tersebut. Tujuan utama dari langkah ini adalah agar makanan yang disediakan dapat disukai oleh anak-anak dan seluruh penerima manfaat.
Bukti nyata keberhasilan terlihat dari jumlah sisa makanan (food waste) yang sangat minim, hanya menyisakan bagian yang tidak dapat dikonsumsi seperti tulang saja.
Anggaran Terkontrol, Tidak Sampai Batas Pagu
Dari sisi pengelolaan anggaran, pilihan menu yang dipilih juga menjadi bagian dari upaya penghematan yang digencarkan pemerintah saat ini. Pagu yang ditetapkan adalah Rp8.000 untuk porsi kecil dan Rp10.000 untuk porsi besar, namun nilai belanja harian tidak pernah mencapai 100%.
“Hari pertama kita gunakan sekitar 94% dari pagu, hari kedua di bawah 84%, dan untuk hari ketiga ini direncanakan sekitar 98% dari pagu harian,” jelas Soemardi.
Sesuai petunjuk teknis Program Makanan Bergizi (MBG), sisa pagu akan secara otomatis dikembalikan ke kas negara melalui rekening virtual masing-masing SPPG atau diakumulasikan setiap dua minggu kalender pelayanan. Dana tersebut kemudian akan digunakan untuk menyajikan menu tambahan seperti susu dan daging sapi yang saat ini memiliki harga tinggi di pasaran.
Maaf Belum Bisa Berikan Susu, Tapi Siap Minggu Depan
SPPG Kertosari mengucapkan permintaan maaf karena belum dapat menyertakan susu atau daging dalam menu saat ini akibat tingginya harga bahan baku di pasaran. Namun, sesuai arahan teknis program, pihaknya berusaha mengintervensi pasar dengan menggunakan bahan alternatif yang lebih terjangkau namun tetap memiliki kandungan gizi dan kualitas yang sesuai.
“Dengan manajemen perhitungan bahan baku yang tepat dan dukungan supplier dengan harga kompetitif serta berkualitas, kami berkomitmen akan memberikan susu atau daging sebagai variasi menu mulai minggu depan,” tegasnya.
Pihaknya berharap menu yang telah disusun dapat disukai oleh seluruh penerima manfaat dan menjadikan Program MBG berjalan efektif sesuai arahan Presiden Prabowo. Selain itu, langkah ini juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa SPPG Kertosari dan Program MBG secara umum dikelola dengan transparan dan efektif, agar masyarakat mendapatkan sumber informasi yang benar dan akurat.
Reporter: Tim MBC Indonesia
Editor: Agus.MO
#PROGIBJatim, #SPPGKertosari, #ProgramMBG, #PemerintahPrabowo, #GiziMakanan










