MBC INDONESIA
Bojonegoro, Jawa Timur. Kamis, (2/4/2026). Tanah longsor melanda Dusun Pengkol RT.05 RW.01, Desa Pengkol, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur, pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 23.10 WIB. Hujan lebat yang mengguyur mulai pukul 19.00 hingga 24.00 WIB menjadi penyebab utama kejadian ini, yang menyebabkan akses jalan poros desa terputus dan membahayakan rumah warga di sekitar lokasi.
Jalan poros yang menghubungkan Desa Pengkol dengan Dusun Pandean, Desa Klempun, kini tidak dapat dilewati. Berdasarkan asesmen PUSDALOPS-TRC BPBD Bojonegoro, longsor terjadi di samping lokasi pembangunan jembatan akibat debit air yang naik turun. Dimensi jalan yang terdampak mencapai panjang 36 meter, lebar 5 meter, dan kedalaman 12 meter.
Kronologi kejadian pertama kali dilaporkan Ketua RT.06 Kasturi pada Minggu pagi setelah subuh. Koordinasi segera dilakukan dengan Camat dan Sekretaris Camat Arif (mantan Sekdin BPBD), namun penanganan tidak dapat langsung dilakukan karena masih libur hari raya. Beliau menyarankan agar dibuatkan laporan resmi kepada Bupati Bojonegoro dengan tembusan ke beberapa instansi terkait seperti BPBD, PU Bina Marga, dan BBWS Bojonegoro.
Setelah libur hari raya, pada Rabu (25/3/2026), Sekcam beserta Kasi-Pem langsung melakukan kunjungan ke lokasi kejadian. Pada hari yang sama, surat laporan juga telah dibuat dan disampaikan ke pemerintah daerah Bojonegoro.
Pihak BPBD Bojonegoro datang ke lokasi pada Senin (30/3/2026) untuk melakukan asesmen lebih lanjut. Setelah proses asesmen, pihak BPBD menyarankan pembuatan surat permohonan bantuan dan menawarkan berbagai bentuk bantuan seperti terpal, sak pasir, kawat bronjong, batu gebal, dan lainnya sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Selanjutnya, pihak PU Bina Marga juga melakukan investigasi ke lokasi pada Selasa (31/3/2026). Setelah melakukan pemeriksaan, pihak PU akan membuat laporan resmi kepada Kadin PU untuk mendapatkan tanggapan dan arahan lebih lanjut terkait penanganan jalan yang terputus.
Kepala Desa Pengkol Abdul Habib, S.A.P., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah cepat setelah menerima laporan dari warga. “Kami telah bertindak dan melakukan respon cepat setelah mendapat laporan warga atas kejadian tersebut dan semua telah diambil dokumentasinya hingga kedatangan para pihak terkait,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh bukti dan surat laporan telah disiapkan secara lengkap berdasarkan kronologi kejadian. Saat ini, permohonan bantuan dan proses administratif lainnya masih dalam tahap proses, dengan harapan penanganan permanen dapat segera dilakukan agar akses jalan kembali normal dan rasa aman warga dapat terjaga.
Warga berharap penanganan segera dapat dilakukan bahkan sebelum pembangunan jembatan selesai, karena khawatir jika terjadi hujan lebat lagi, longsor bisa semakin parah dan membahayakan rumah di sekitarnya. “Kita berharap penanganan bisa segera berjalan dan tidak menunggu selesai pembangunan jembatan tersebut,” pungkas Kades Abdul Habib.
(Ags)








