Nasihat Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk Ustadz Nafi’ Unnas, “Teruslah berbuat meski tak terlihat, Malaikat pasti mencatat”

Berita, Daerah27 Views

MBC INDONESIA

Surabaya, Jawa Timur – Gema dakwah di Masjid Al Akbar Surabaya pada Sabtu (19/4/2026) malam terasa lebih istimewa. Di tengah suasana penuh keakraban, dai internasional Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan pesan mendalam bagi Ustadz Nafi’ Unnas, seorang akademisi dan praktisi dakwah Jawa Timur, tentang hakikat ketulusan dalam berjuang.

banner 336x280
Space Iklan

UAS menekankan bahwa seorang pejuang sejati harus memiliki mentalitas “besi pondasi”. Dalam sebuah bangunan mewah, orang mungkin terpukau pada warna cat yang indah, padahal cat adalah elemen terluar yang paling rapuh. Di dalamnya, ada pasir dan semen yang merekat kuat tanpa menonjolkan diri.

“Namun yang paling dahsyat adalah besi pondasi. Ia tertanam jauh di dalam tanah, tidak terlihat, gelap, dan tidak pernah dipuji oleh mereka yang masuk ke dalam gedung. Tapi tanpanya, bangunan semegah apa pun akan runtuh,” ujar UAS.

Pesan ini menjadi pengingat bagi Ustadz Nafi’ Unnas yang merupakan Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor untuk tetap teguh pada nilai-nilai keikhlasan yang ditanamkan sejak di pesantren. UAS berpesan agar pengabdian kepada umat tidak goyah hanya karena kurangnya apresiasi dari sesama manusia.

“Teruslah bergerak meskipun tak terlihat. Teruslah berjuang karena Allah, jangan menyerah hanya gara-gara penilaian manusia,” tegas UAS.

Sebagai tokoh muda yang aktif di berbagai lini, Ustadz Nafi’ Unnas memiliki peran strategis sebagai Dosen Bahasa Arab di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya serta dipercaya sebagai Pembimbing Ibadah Umroh di Samira Travel Jawa Timur.

Kesibukannya dalam dunia pendidikan tinggi dan pelayanan jamaah umroh menjadikan pesan UAS ini sangat relevan sebagai benteng spiritual.

Menanggapi nasihat tersebut, Ustadz Nafi’ menyatakan bahwa arahan dari UAS merupakan suntikan moral yang luar biasa. Menurutnya, tantangan dakwah di era modern seringkali menjebak seseorang untuk mengejar eksistensi, sehingga pengingat tentang “pondasi yang tersembunyi” menjadi sangat krusial.

Pertemuan yang berlangsung hangat di ikon religi Kota Pahlawan tersebut ditutup dengan harapan agar semangat “bergerak dalam sunyi” ini dapat menular kepada seluruh penggiat dakwah, khususnya di lingkungan akademisi dan pelayanan ibadah haji-umroh di Jawa Timur.

(Redho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *