MBC INDONESIA
Surabaya, Jawa Timur – Keprihatinan mendalam disampaikan oleh jajaran pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pro Garda Indonesia Bersatu (PROGIB) Jawa Timur, menyusul ditemukannya kondisi memprihatinkan di SDN Sumberejo 09, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember.
Bagian atap gedung sekolah dasar yang beralamat di Jl. Raya Watu Ulo No.11, Watu Ulo, Sumberrejo tersebut diketahui jebol dan rusak parah, namun hingga kini belum ada tindakan perbaikan yang nyata dari pihak berwenang.
Merespons hal ini, Ketua DPW PROGIB Jawa Timur, Soemardi Priono, langsung memberikan instruksi tegas kepada Kasatgas DPW untuk segera menyusun dan mengirimkan laporan resmi terkait kondisi sekolah tersebut kepada Dinas Pendidikan, baik di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kabupaten Jember.
Soemardi Priono pun mengecam keras keterlambatan dan kelambanan penanganan kerusakan ruang kelas yang membahayakan keselamatan para siswa tersebut.
“Kami kecam keras atas lambatnya penanganan ruang kelas sekolah yang rusak tersebut. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan proses belajar mengajar generasi penerus bangsa,” tegas Soemardi Priono, Senin (25/5/2026).
Informasi mengenai kerusakan parah bangunan sekolah ini awalnya disampaikan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PROGIB Jember. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh DPW Jawa Timur sebagai wujud nyata kepedulian organisasi terhadap dunia pendidikan dan nasib anak-anak bangsa.
Mewakili arahan ketua wilayah, Kasatgas PROGIB Jawa Timur, Agus MO, menyampaikan kekecewaan yang mendalam atas sikap aparat pemerintahan daerah yang dinilai lambat merespons. Menurutnya, kondisi ini sangat kontras dengan semangat dan program prioritas yang sedang digalakkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Sudah seharusnya kejadian ini ditangani secara cepat. Atap jebol tentu membahayakan anak sekolah jika dibiarkan, apalagi Bapak Presiden RI Prabowo Subianto sedang gencarnya membuat program Sekolah Rakyat.
Sikap yang lamban ini tentu sangat mengecewakan. Seharusnya Dinas Pendidikan daerah dan pemerintah daerah segera respon cepat hal tersebut, jangan seolah tinggal diam tanpa pergerakan,” tegas Agus MO dengan nada tegas.
Lebih lanjut dijelaskan, program Bapak Presiden RI yang sedang digencarkan di bidang pendidikan yaitu program Sekolah Rakyat, yang bertujuan membangun dan memulihkan sarana prasarana pendidikan di seluruh pelosok negeri agar setara, layak, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Program ini menjadi prioritas utama untuk memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang belajar di ruang kelas yang rusak, bocor, atau berisiko runtuh.
Oleh karena itu, keberadaan sekolah yang kondisinya memprihatinkan seperti di SDN Sumberejo 09 ini dinilai sangat bertentangan dengan visi besar pemerintah pusat.
PROGIB Jawa Timur berharap laporan yang disampaikan ini menjadi pintu masuk agar ada langkah cepat, nyata, dan solutif dari pemerintah daerah untuk segera memperbaiki fasilitas tersebut demi kenyamanan dan keamanan para siswa serta tenaga pendidik.
(Ags | MBC Indonesia)












