MBC INDONESIA
Bojonegoro, Jawa Timur – Suasana perayaan Hari Raya Idulfitri di wilayah Kabupaten Bojonegoro diwarnai dengan cuaca ekstrem. Memasuki H+1 Lebaran, hujan deras yang disertai kilatan petir melanda sebagian besar wilayah Bojonegoro, khususnya di bagian barat, sejak Sabtu (21/3/2026) sore hingga malam hari.
Berdasarkan pantauan tim MBC INDONESIA, intensitas hujan yang tinggi mulai mengguyur sejak pukul 16.00 WIB. Kondisi ini membuat para pemudik dan warga yang sedang melakukan silaturahmi harus ekstra hati-hati karena jarak pandang yang terbatas serta jalanan yang licin.
Hingga Minggu (22/3/2026) pagi ini, langit di Bojonegoro masih tampak tertutup mendung tebal (overcast). Meskipun hujan telah reda di beberapa titik, suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya dengan kelembapan yang cukup tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk di wilayah Jawa Timur, termasuk Bojonegoro. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan tanah longsor, terutama di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, diimbau untuk tetap siaga.
Kondisi arus lalu lintas di jalur utama Bojonegoro menuju wilayah barat (arah Cepu/Blora) terpantau sempat mengalami perlambatan akibat genangan air di beberapa ruas jalan pada Sabtu malam. Namun, pagi ini arus lalu lintas kembali normal meski aspal masih dalam kondisi basah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat sambaran petir maupun banjir. Warga disarankan untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi sebelum bepergian guna memastikan keamanan selama libur lebaran.
MBC INDONESIA Melaporkan situasi cuaca dari Bojonegoro.
(Ags)






