MBC INDONESIA
Bojonegoro, Jawa Timur – Bukan hanya sebagai makanan tradisional yang telah ada sejak lama, belalang goreng khas Bojonegoro kini semakin dikenal sebagai alternatif sumber protein yang kaya nutrisi, menarik perhatian masyarakat lokal hingga kalangan ahli gizi.
Sejarah dan Cara Pembuatan yang Khusus
Belalang goreng di Bojonegoro biasanya menggunakan jenis belalang merah (Locusta migratoria) yang ditangkap dari lahan pertanian saat musim panen menjelang tiba. Masyarakat lokal telah mengolah belalang menjadi camilan lezat dengan proses yang sederhana namun memperhatikan kebersihan:
– Belalang yang ditangkap dibersihkan dan direndam dalam air garam selama beberapa waktu untuk membersihkan kotoran dan menghentikan gerakannya.
– Setelah itu, belalang digoreng dengan minyak panas hingga kecoklatan dan krispi, seringkali ditambah bumbu merica atau garam sesuai selera.
Kandungan Nutrisi yang Mengagumkan
Menurut data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro, belalang goreng memiliki kandungan nutrisi yang luar biasa:
– Protein tinggi: Setiap 100 gram belalang goreng mengandung sekitar 20-25 gram protein, bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis daging olahan.
– Kaya mineral: Mengandung zat besi, kalsium, fosfor, dan magnesium yang penting untuk kesehatan tulang dan sistem tubuh.
– Lemak sehat: Mengandung asam lemak tak jenuh yang baik untuk jantung, serta bebas kolesterol jahat.
“Belalang merupakan sumber protein alternatif yang potensial, terutama untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat pedesaan dengan biaya yang lebih terjangkau,” ujar dr. Siti Nurhaliza, ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Daerah Bojonegoro.
Potensi Ekonomi dan Keberlanjutan
Selain nilai gizinya, belalang goreng juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Petani yang menangkap belalang dapat menjualnya dengan harga yang menguntungkan, terutama saat musim panen dimana populasi belalang melimpah.
Selain itu, pengolahan belalang juga membantu mengendalikan populasi hama yang bisa merusak tanaman pangan.
Saat ini, beberapa UMKM di Bojonegoro mulai mengemas belalang goreng dalam kemasan modern agar lebih mudah dibawa dan menjangkau pasar lebih luas, bahkan menjadi oleh-oleh khas daerah.
Mitos dan Persepsi Masyarakat
Meskipun kaya nutrisi, sebagian masyarakat masih merasa enggan untuk mencoba belalang goreng karena anggapan bahwa makanan ini tidak higienis atau kurang menarik.
Namun, dengan edukasi tentang proses pembuatan yang bersih dan kandungan gizinya, semakin banyak orang mulai terbuka untuk menjadikan belalang goreng sebagai camilan sehat.
“Kami berupaya untuk mengubah persepsi masyarakat dengan menunjukkan bahwa belalang goreng adalah makanan tradisional yang aman, sehat, dan memiliki nilai budaya yang tinggi bagi Kabupaten Bojonegoro,” jelas Supriyanto, pengelola UMKM produk belalang goreng di Kecamatan Ngasem. (Ags)






