Update Banjir Sukoharjo: 13 Desa Terendam, 109 Warga Mengungsi, Sekolah Diliburkan

SUKOHARJO, MBC Indonesia – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo pada Rabu, 15 April 2026. Bencana ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam, menyebabkan luapan air yang cukup signifikan.

Akibat kejadian ini, sebanyak 13 desa yang tersebar di 3 kecamatan tercatat terendam air. Wilayah yang paling terdampak meliputi Kecamatan Grogol, Baki, dan Polokarto, termasuk di antaranya Desa Manang, Gentan, Cemani, dan Bakalan.

banner 336x280
Space Iklan

Pantauan Pukul 12.10 WIB:

Hingga siang hari ini, dikonfirmasi dari laporan warga bahwa ketinggian air di sejumlah titik masih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Masyarakat dan petugas dihimbau tetap waspada, dikhawatirkan akan terjadi banjir susulan jika intensitas hujan kembali tinggi pada hari ini.

Ratusan Warga Mengungsi

Berdasarkan data sementara, luapan air dari anak Sungai Bengawan Solo ini memaksa warga meninggalkan rumah mereka. Tercatat sekitar 109 jiwa telah mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Sekolah Diliburkan, Jalan Lumpuh

Dampak banjir juga dirasakan pada sektor pendidikan dan transportasi. Sebanyak belasan Sekolah Dasar (SD) dan satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah tersebut memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar sementara waktu karena bangunan sekolah terendam banjir.

Sementara itu, sejumlah akses jalan utama sempat lumpuh total karena tergenang air dengan ketinggian yang cukup tinggi. Titik yang mengalami gangguan lalu lintas parah antara lain kawasan Grogol dan area depan SPBU Gayam.

Penyebab dan Penanganan

Kondisi ini terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga membuat sungai-sungai kecil tidak mampu menampung debit air yang meluap.

Hingga berita ini diturunkan, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta relawan masih terus bersiaga penuh di lapangan. Mereka melakukan evakuasi warga, mendata kerugian, serta membantu kebutuhan pengungsi.

Ikuti terus perkembangan informasi terkini mengenai lokasi pengungsian dan jalur alternatif di artikel berikutnya.

Laporan: Tim MBC Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *