MBC INDONESIA
Madiun, Jawa Timur – Rabu (25/02/2026) – Program pemenuhan gizi bagi peserta didik kembali digelar di Kabupaten Madiun melalui SPPG Mejayan 02.
Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan Yayasan Generasi Putra Bangsa Nasional menyalurkan menu kering spesial Ramadan kepada para siswa, dengan total sebanyak 3.382 porsi.
Menu yang disiapkan dirancang praktis, tahan simpan, dan mudah dikonsumsi saat berbuka puasa, terdiri dari roti bomboloni, apel fuji, kacang kelici, dan pie susu.
Setiap porsi mengandung energi 461,8 kkal, protein 14,2 gram, lemak 17,7 gram, karbohidrat 64,6 gram, serta serat 6,3 gram. Komposisi ini diharapkan memenuhi kebutuhan energi harian siswa dan menunjang daya tahan tubuh selama bulan puasa.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan mitra untuk meningkatkan status gizi anak sekolah, sehingga para siswa tetap sehat, aktif, dan fokus dalam kegiatan belajar mengajar di momen Ramadan.
Namun, terdapat temuan sebagian paket produk yang berjamur. Pihak penyelenggara mengklarifikasi bahwa kondisi tersebut tidak disebabkan oleh proses distribusi di tingkat SPPG Mejayan 02 maupun tim pelaksana di lapangan.
Setiap produk yang diterima dari UMKM telah melalui pemeriksaan dan dalam keadaan baik, namun indikasi kerusakan pada pie susu baru terlihat setelah paket berada di lokasi pembagian.
Atas kejadian tersebut, penyelenggara telah berkoordinasi dengan supplier UMKM untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk penelusuran batch produksi dan standar kontrol kualitas.
Produk yang terindikasi tidak layak konsumsi langsung ditarik dan tidak didistribusikan kepada penerima manfaat.
Untuk kedepannya, pihak penyelenggara memastikan bahwa keamanan penerima manfaat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program.
Klarifikasi Terkait juga disampaikan oleh, Pihak Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Madiun memberikan klarifikasi resmi melalui video yang disampaikan ke MBC INDONESIA terkait penerimaan paket makanan dan minuman dalam program MBG.
Perwakilan pihak sekolah, Bapak Irfan, menyatakan bahwa produk susu kemasan yang dianggap tidak layak konsumsi telah ditarik sebelum sempat dibagikan kepada para siswa.
Kronologi Penerimaan Paket
Menurut keterangan Bapak Irfan, pihak sekolah menerima tiga paket MBG pada hari Senin, 23 Februari, sekitar pukul 08:00 WIB.
Paket tersebut diperuntukkan untuk kebutuhan tiga hari, yakni hari Senin, Selasa, dan Rabu. Salah satu item di dalam paket tersebut adalah susu kemasan.
”Kami menerima sekitar pukul 8 pagi. Tak lama setelah penerimaan, kami mendapatkan informasi dari pihak penyelenggara bahwa produk susu tersebut kurang layak untuk diberikan kepada siswa,” ujar Irfan dalam keterangannya.
Langkah Antisipasi Selama Bulan Puasa
Beruntung, pada saat kejadian sedang berlangsung bulan Ramadan. Pihak MIN 5 Madiun memiliki kebijakan khusus untuk membagikan paket makanan/minuman pada siang hari menjelang waktu pulang sekolah, sekitar pukul 11:00 WIB.
Tujuan pembagian di siang hari ini adalah untuk mengedukasi siswa agar tetap menjalankan ibadah puasa dan menghindari risiko siswa mengonsumsi paket tersebut di pagi hari.
Karena adanya jeda waktu antara penerimaan (jam 8) dan rencana pembagian (jam 11), pihak sekolah memiliki waktu yang cukup untuk membatalkan penyaluran susu tersebut.
Keamanan Siswa Terjamin
Pihak sekolah menegaskan bahwa tidak ada satu pun siswa, guru, maupun tenaga kependidikan di lingkungan MIN 5 Madiun yang mengonsumsi produk susu tersebut.
”Kami sampaikan secara nyata bahwa untuk susu di MIN 5 tidak tersalurkan kepada siswa maupun kepada Bapak/Ibu pendidik. Keamanan dan kesehatan siswa tetap menjadi prioritas utama kami,” tutupnya.
Klarifikasi yang sama juga disampaikan oleh, Kepala Sekolah RA Perwanida Al Fikri, Suwartiningsih, S.Pd., memberikan klarifikasi resmi mengenai kejadian penarikan menu makanan tambahan yang terjadi di lingkungannya pada Senin, 23 Februari 2026.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan para siswa.
Kronologi Pengiriman Menu
Menurut keterangan Suwartiningsih, pihak sekolah menerima tiga jenis menu makanan dari SPPG Mejayan 2 pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Menu tersebut rencananya akan didistribusikan untuk jatah tiga hari, yaitu Senin, Selasa, dan Rabu.
”Setelah menerima paket tersebut, kami segera mendistribusikan menu kepada anak-anak pada pukul 09.30 WIB,” ungkapnya.
Temuan Produk Tak Layak Konsumsi
Namun, tak lama setelah distribusi dilakukan, pihak sekolah menerima informasi lanjutan dari SPPG Mejayan 2.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa salah satu komponen makanan, yakni kue pai susu, terindikasi kurang layak untuk dikonsumsi.
Langkah Cepat Pihak Sekolah
Merespons informasi tersebut, Suwartiningsih langsung menginstruksikan seluruh jajaran guru untuk berkoordinasi dengan wali murid.
”Saya segera memberikan informasi kepada guru-guru dan wali murid untuk menarik kembali menu kue pai susu tersebut agar tidak dikonsumsi oleh anak-anak,” tegas Suwartiningsih.
Langkah preventif ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kesehatan para siswa RA Perwanida Al Fikri tetap terjaga.
Di akhir pernyataannya, beliau menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
(Ags)










