VIRAL! Jalan Cor Baru BKKD Desa Kleno Bojonegoro Keretakan, Kasatgas PROGIB: Pemkab Harus Turun Tangan

Berita, Daerah38 Views

MBC INDONESIA

Bojonegoro, Jawa Timur – Pembangunan jalan cor di Desa Kleno, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro kembali menjadi perbincangan hangat masyarakat setelah ditemukan keretakan pada permukaan jalan yang baru saja selesai dibangun. Kasatgas Pro Garda Indonesia Bersatu (PROGIB) DPW Jawa Timur (Tim Relawan Prabowo Gibran), Agus.MO atau yang akrab disapa Mas Bagus, mengimbau pemerintah kabupaten untuk segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.

banner 336x280
Space Iklan

Permasalahan yang ramai diperbincangkan di media sosial dan lingkungan warga itu diungkapkan Agus pada Selasa (30/3/2026). Menurutnya, kerusakan dini pada jalan tersebut diduga terjadi akibat kurangnya pemahaman teknis dalam seluruh tahapan pembangunan.

“Pekerjaan proyek jalan cor yang mengalami kerusakan dini bisa disebabkan oleh kurangnya pemahaman kondisi tanah, kesalahan teknis, faktor alam, atau bahkan kelalaian manusia seperti keterlambatan bahan baku saat pengecoran,” ujarnya.

Agus menegaskan bahwa pengawasan yang ketat harus menjadi prioritas bagi pelaksana pekerjaan. Menurutnya, transparansi dan sinergi antar semua pihak terkait sangat diperlukan untuk memastikan kualitas pembangunan yang sesuai standar.

“Kami harap semua pihak terlibat bisa terbuka dan bekerja sama, termasuk dengan melibatkan Organisasi masyarakat, LSM, dan media untuk membantu mengawasi proses pembangunan agar hasilnya sesuai dengan harapan,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan yang merata dan berkualitas adalah tujuan bersama masyarakat dan pemerintah Bojonegoro. Pelaksana pekerjaan diharapkan menjalankan tugasnya dengan penuh amanah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

“Jangan ada praktik yang merugikan atau dusta dari pihak manapun yang ingin bermain dengan anggaran pembangunan. Kita ingin Bojonegoro memiliki infrastruktur yang membanggakan,” tandas Mas Bagus.

Salah satu hal yang menjadi fokusnya adalah pentingnya tindakan tegas dari pihak berwenang. Ia berharap pemeriksaan tidak hanya sebatas sidak semata, namun juga mengarah pada penyelesaian yang konkret dan mendasar.

“Pihak berwenang harus turun lapangan. Jika ditemukan kesalahan teknis, jangan sungkan untuk melakukan tindakan tegas – bahkan jika perlu melakukan pembongkaran dan servis ulang sebelum pekerjaan diserahterimakan,” katanya.

Tak hanya itu, Agus juga menyampaikan komitmen dari pihaknya untuk mendukung pembangunan daerah.

“Kami Satgas PROGIB siap dilibatkan dalam pemantauan pembangunan demi terwujudnya Pembangunan Bojonegoro yang membanggakan,” tutupnya.

INILAH PENYEBAB DIDUGA RETAKAN TERJADI

Berdasarkan analisis teknis, beberapa faktor kemungkinan menjadi penyebab retakan memanjang pada jalan cor baru tersebut:

1. Perencanaan dan Desain Tidak Optimal

– Kurangnya evaluasi kondisi tanah dasar yang tidak stabil, seperti tanah lempung atau berpori yang tidak mendapatkan penguatan yang cukup

– Ketebalan lapisan beton tidak sesuai dengan standar beban yang akan diterima

– Tidak adanya kontrol peregangan yang menyebabkan retakan akibat kontraksi beton

2. Proses Pengerjaan Tidak Sesuai Standar

– Proporsi bahan baku beton tidak tepat, misalnya rasio air-semen terlalu tinggi membuat beton lebih lemah

– Pengecoran dilakukan dalam kondisi cuaca tidak mendukung seperti suhu terlalu tinggi atau terkena sinar matahari langsung

– Penempatan joint kontraksi tidak tepat atau bahkan tidak ada sama sekali

3. Perawatan Pasca Pengecoran Kurang

– Tidak dilakukan penyiraman secara teratur untuk menjaga kelembapan beton selama proses pematangan

– Tidak menggunakan bahan penutup seperti kain atau plastik sehingga beton mengering terlalu cepat

4. Pembebanan Dilakukan Prematur

– Jalan digunakan sebelum beton mencapai kekuatan optimal yang biasanya membutuhkan waktu minimal 28 hari

Mari kita wujudkan pembangunan Kabupaten Bojonegoro yang merata dan membanggakan.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *