MBC INDONESIA
Bitung, Sulawesi Utara — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung dan sekitarnya pada Kamis pagi, 2 April 2026. Guncangan kuat yang terjadi memicu kepanikan warga yang langsung berhamburan keluar rumah demi keselamatan.
Berdasarkan data dan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pihaknya sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami tak lama setelah kejadian gempa. Namun, setelah dilakukan analisis mendalam dan pemantauan kondisi laut secara berkala, status peringatan tersebut akhirnya diperbarui dan resmi dicabut.
Dampak Kerusakan dan Evakuasi
Akibat kuatnya getaran, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Beberapa rumah warga terlihat mengalami retak dan kemiringan struktur. Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih terus melakukan pendataan menyeluruh di lapangan untuk memetakan kerugian materiil.
Saat peringatan tsunami masih berlaku, warga yang tinggal di wilayah pesisir melakukan evakuasi mandiri menuju tempat yang lebih tinggi. Situasi mulai berangsur kondusif dan warga perlahan kembali ke rumah setelah adanya pengumuman resmi pencabutan status bahaya.
“Getarannya sangat kuat dan terasa lama, kami langsung lari keluar rumah dan menuju tempat aman,” ujar salah satu warga yang diwawancarai di lokasi.
Imbauan ke Masyarakat
Pemerintah dan pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tidak lengah. Warga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi.
Masyarakat juga dihimbau untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoax. Selain itu, warga diminta menjauhi bangunan yang terindikasi rusak untuk mencegah risiko tertimpa reruntuhan.
Sampai saat ini, BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Utara dan akan memberikan pembaruan informasi terkini kepada publik.
MBC Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan menyajikan informasi tercepat serta terpercaya seputar dampak dan penanganan pascagempa di Bitung.
(Redaksi)












